July 05, 2016

Pelajaran dari si Magnet Cinta

Masih ingat tentang si Magnet Cinta? Kalau sudah lupa, inilah dia:

http://www.kisah-cinta.com/2015/12/magnet-cinta.html
http://www.kisah-cinta.com/2016/01/masih-tentang-si-magnet-cinta.html

Ya, si Magnet Cinta sekarang sudah bisa duduk tegak, belajar merangkak meski sambil terjerembab sana-sini, dan mulai banyak omongannya.... atau yang saya anggap sebagai omongan. Kata-katanya sudah mulai berbentuk dan bermakna, meski mungkin dia tidak sengaja, dan dia sendiri tidak tahu artinya hehe. Babababa....adaaa, nggak adaaaa, yayayaya, pamkeik (pumpkin cake? entahlah), ayamm, app...app...appbrrr (mungkin dia habis download app di android mainannya? entahlah), dan beberapa kata lain yang selalu dengan antusias kami tebak maksudnya.



Sekarang, si Magnet Cinta juga lebih ramah-tamah dan banyak tertawanya. Sungguh gampang membuatnya tertawa. Saya sekedar hey, dia sudah tergelak-gelak. Ibunya melambai-lambaikan jarinya, dia terkekeh-kekeh. Tantenya main cilukba, dia terpingkal-pingkal. Dia juga tertawa ngakak kalau digelitik, atau dikejutkan dengan boneka piglet-nya. Si piglet kesayangannya selalu dipeluk, dicium, digigit kupingnya dengan antusias. Kadang saya sampai berpikir, jangan-jangan dia bisa hidup tanpa kami, tapi tidak tanpa si piglet. :D Selain piglet, matahari biru juga selalu bisa menghiburnya. Ya, matahari berwarna biru, mainan pertama buatan ibunya sendiri.

Si Magnet Cinta juga tergila-gila dengan botol minyak telonnya. Di tempat tidur atau tempat mainnya, botol itu akan selalu dikejar dan dicari kemana pun dia berada. Selain itu, botol minyak kelapa juga menjadi benda favoritnya. Si Magnet Cinta juga menggemari beragam bentuk tali dan pita. Mulai tali pengikat gendongannya, pita biasa, pita ukur milik ibunya, tali apa pun yang bisa ditemukannya.

Salah satu yang istimewa dari si Magnet Cinta adalah kemauan kerasnya, determinasinya, tekadnya. Kalau dia sudah menginginkan sesuatu, misalnya botol minyak telon atau si piglet atau pita ukur atau botol aqua, dia akan mengejarnya. Merangkak dengan cepat, kadang terjatuh, terguling, terjerembab, tapi dia tetap bangun dan kembali merangkak. Di tempat tidur, kami memasang guling, bantal, bed cover atau benda empuk lainnya untuk pengaman. Karena kalau sudah merangkak, dia tidak kenal tempat tidak ingat bahaya. Sejauh ini sudah tiga kali si Magnet Cinta terjatuh dari tempat tidurnya. Untung tidak apa-apa. Tapi kami memang harus ekstra waspada.

Nah, tentang si guling pengaman, sebenarnya fungsinya bukan lagi sebagai pengaman. Ia sudah berubah fungsi, menjadi alat pembuktian bahwa si Magnet Cinta adalah pejuang yang tangguh. Bila dia sudah menetapkan suatu tujuan tertentu, misalnya meraih botol minyak telon, dia akan dengan cepat merangkak ke arah sasaran, dengan langkahnya yang masih goyah dan buru-buru. Beragam rintangan seperti guling, bantal, tumpukan bed cover, akan coba dilewatinya. Guling akan coba dilewatinya dengan mendaki ke atasnya. Tidak selalu langsung berhasil, kadang dia terjatuh, terguling atau terjerembab dalam prosesnya, kemudian meletakkan kepalanya sambil terengah-engah. Tapi si Magnet Cinta akan bangun lagi, dan kembali mendaki si guling.

Yang menarik adalah pandang matanya. Pandang matanya, fokus perhatiannya bukanlah pada si guling, si penghalang yang coba dilewatinya, tetapi tetap pada botol minyak telon sasarannya. Dari awal merangkak sampai berhasil meraih sasarannya, tatapan si Magnet Cinta akan selalu terpusat pada sasarannya. Hampir tidak pernah teralihkan (kecuali oleh suara atau kehadiran ibunya). Dia hampir tidak peduli dengan penghalang-penghalang di depannya. Para penghalang itu seperti benda-benda yang tidak penting baginya, dia hampir tidak melirik sama sekali pada mereka. Pokoknya, yang mengisi ruang penglihatan dan pikirannya adalah si benda sasaran, dan hanya itu.

Saya percaya itu salah satu kunci keberhasilan si Magnet Cinta. Dan, bisa jadi itu juga salah satu kunci keberhasilan  kita dalam meraih tujuan, apa pun bentuknya.

Ketika telah menetapkan suatu tujuan dan mulai mengayunkan langkah ke arahnya, tetaplah fokus pada tujuan itu. Tergantung situasi, kondisi dan nasib kita, kadang-kadang atau sering-sering akan ada rintangan yang menghalangi. Tergantung sikap kita dalam menanggapinya, kadang-kadang atau sering-sering kita fokus pada rintangan itu. Mungkin mencoba mengatasinya, atau mengeluh tentangnya, atau merenungi nasib, kenapa kita bisa menemui halangan seperti itu. Kadang-kadang atau sering-sering itu semakin memperlambat kita mencapai tujuan, atau bahkan membuat kita berhenti.

Jadi, jangan terjebak oleh permainan hidup. Tetaplah fokus pada tujuan. Tetaplah menjaga agar tujuanlah yang kita pikirkan, yang mendominasi pikiran kita, bukan rintangan yang menghalangi kita. Karena ..."what you think, so you become...". Apa yang kamu pikirkan, itulah yang akan terjadi. Jika rintangan yang kita pikirkan, rintanganlah yang akan selalu kita hadapi dan menghentikan kita. Jika tujuan yang kita pikirkan, tujuanlah yang kita raih.

Akhirnya, selamat menggapai mimpi, meraih cita-cita, mencapai tujuan.

- Sutan Hartanto -


0 comments:

Post a Comment