Sudan, badak putih utara jantan terakhir di bumi

Sudan berkeliaran ditemani para menjaganya, yang melindunginya dari para pemburu yang ingin membunuhnya sekedar untuk mengambil culanya.

Nikmat dan Sehat

Beragam jenis makanan sentien, baik untuk pikiran, baik untuk tubuh.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

July 16, 2016

Jenderal Sudirman : Berjuang Untuk Cinta

Jenderal Besar Soedirman. Lahir 24 Januari 1916 di Purbalingga dan meninggal 29 Januari 1950 pada usia 34 tahun, ia adalah perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia, dan panglima besar Tentara Nasional Indonesia yang pertama.

Pada masa kecilnya, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Ia adalah siswa yang rajin, dan aktif dalam berbagai kegiatan termasuk program kepanduan. Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam. Pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah. Ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas. Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan, kemudian diasingkan ke Bogor.

Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Soedirman melarikan diri dari tahanan, kemudian pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Ia ditugaskan untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas. Hal itu dia jalankan setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat. Pasukannya lalu dijadikan bagian dari Divisi V pada 20 Oktober oleh panglima sementara Oerip Soemohardjo, dan Soedirman bertanggung jawab atas divisi tersebut.

Pada tanggal 12 November 1945, Soedirman terpilih menjadi panglima besar.Sambil menunggu pengangkatan, Soedirman memerintahkan serangan terhadap pasukan Inggris dan Belanda di Ambarawa. Pertempuran ini dan penarikan diri tentara Inggris menyebabkan semakin kuatnya dukungan rakyat terhadap Soedirman, dan ia akhirnya diangkat sebagai panglima besar pada tanggal 18 Desember. Selama tiga tahun berikutnya, Soedirman menyaksikan kegagalan perundingan dengan tentara Belanda. pertama adalah Perjanjian Linggarjati –yang turut disusun oleh Soedirman – dan kemudian Perjanjian Renville –yang menyebabkan Indonesia harus mengembalikan wilayah yang diambilnya dalam Agresi Militer I kepada Belanda dan menarik 35.000 tentara Indonesia.

Pada tanggal 19 Desember 1948, beberapa hari setelah Soedirman keluar dari rumah sakit karena penyakit tuberkulosis, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Soedirman, beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan. Awalnya mereka diikuti oleh pasukan Belanda, tetapi Soedirman dan pasukannya berhasil kabur dan mendirikan markas sementara di Sobo, di dekat Gunung Lawu. Dari tempat ini, ia mampu memimpin kegiatan militer di Pulau Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto.

Ketika Belanda mulai menarik diri, Soedirman dipanggil kembali ke Yogyakarta pada bulan Juli 1949. Meskipun ingin terus melanjutkan perlawanan terhadap pasukan Belanda, ia dilarang oleh Presiden Soekarno. Penyakit TBC yang diidapnya kambuh; ia pensiun dan pindah ke Magelang. Soedirman wafat kurang lebih satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta.

Kematian Soedirman menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Bendera setengah tiang dikibarkan dan ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan prosesi upacara pemakaman. Soedirman akan terus dihormati oleh rakyat Indonesia. Perlawanan gerilyanya ditetapkan sebagai sarana pengembangan esprit de corps bagi tentara Indonesia, dan rute gerilya sepanjang 100-kilometer  yang ditempuhnya harus diikuti oleh taruna Indonesia sebelum lulus dari Akademi Militer. Soedirman ditampilkan dalam uang kertas rupiah keluaran 1968, dan namanya diabadikan menjadi nama sejumlah jalan, universitas, museum, dan monumen. Pada tanggal 10 Desember 1964, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Jenderal Sudirman adalah contoh figur yang mencintai bangsanya, negaranya, tanah airnya.


- Sutan Hartanto -
(Disarikan dari: Wikipedia)

Mengantar ke Sekolah Dengan Cinta

Liburan sekolah telah selesai. Dua hari lagi anak-anak mulai masuk sekolah, setelah sebulan lebih menikmati senang dan nyamannya liburan. Tidak "diganggu" tugas, PR, keharusan bangun pagi, memikirkan matematika atau fisika.... Dan sekarang semua kesenangan itu telah usai, untuk segera diganti dengan kesenangan lainnya yang lebih menantang: masuk sekolah.


Terkait dengan hal itu, pemerintah melalui Kemdikbud sedang gencar mengkampanyekan agar orang tua lebih terlibat dengan pendidikan anak di sekolah, dimulai dari mengantar anak di hari pertama sekolah. Maksudnya tidak sekedar mengantar anak sampai ke pintu gerbang, kemudian langsung pergi. Mengantar berarti menemani dan membangun interaksi dengan guru dan orang tua murid lainnya. Mengantar anak merupakan kesempatan untuk membangun interaksi positif antara lingkungan pendidikan di rumah dan sekolah.

Bagaimana dengan orang tua yang bekerja, misalnya sebagai PNS atau karyawan swasta? Nah untuk hal itu, Kemdikbud telah menyampaikan himbauan kepada instansi-instansi pemerintah maupun swasta, untuk memberi dispensasi kepada staff/karyawannya pada hari tersebut untuk mengantar anaknya ke sekolah. Meski itu hanya berupa himbauan yang tidak mengikat, tetapi tentunya instansi dan lembaga-lembaga terhimbau akan mendukung program yang baik ini.

Lalu apa yang dapat dilakukan orang tua di hari pertama sekolah putera/puterinya:

  1. Mengantar anak ke sekolah
  2. Berkenalan dengan wali kelas, guru, serta kepala sekolah.
  3. Bertukar nomor telepon dengan wali kelas, guru, dan kepala sekolah
  4. Mengapresiasi guru yang mendidik anak-anak kita
  5. Menceritakan kondisi dan karakter anak saat di rumah
  6. Bertanya dan memberi masukan mengenai pembelajaran satu tahun ke depan
  7. Menawarkan bantuan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan penunjang pembelajaran
  8. Berkenalan dengan orang tua lainnya da saling bertukar nomor telepon.
Jadi, ayo kita antar anak ke sekolah.

- Sutan Hartanto -

July 05, 2016

Pelajaran dari si Magnet Cinta

Masih ingat tentang si Magnet Cinta? Kalau sudah lupa, inilah dia:

http://www.kisah-cinta.com/2015/12/magnet-cinta.html
http://www.kisah-cinta.com/2016/01/masih-tentang-si-magnet-cinta.html

Ya, si Magnet Cinta sekarang sudah bisa duduk tegak, belajar merangkak meski sambil terjerembab sana-sini, dan mulai banyak omongannya.... atau yang saya anggap sebagai omongan. Kata-katanya sudah mulai berbentuk dan bermakna, meski mungkin dia tidak sengaja, dan dia sendiri tidak tahu artinya hehe. Babababa....adaaa, nggak adaaaa, yayayaya, pamkeik (pumpkin cake? entahlah), ayamm, app...app...appbrrr (mungkin dia habis download app di android mainannya? entahlah), dan beberapa kata lain yang selalu dengan antusias kami tebak maksudnya.



Sekarang, si Magnet Cinta juga lebih ramah-tamah dan banyak tertawanya. Sungguh gampang membuatnya tertawa. Saya sekedar hey, dia sudah tergelak-gelak. Ibunya melambai-lambaikan jarinya, dia terkekeh-kekeh. Tantenya main cilukba, dia terpingkal-pingkal. Dia juga tertawa ngakak kalau digelitik, atau dikejutkan dengan boneka piglet-nya. Si piglet kesayangannya selalu dipeluk, dicium, digigit kupingnya dengan antusias. Kadang saya sampai berpikir, jangan-jangan dia bisa hidup tanpa kami, tapi tidak tanpa si piglet. :D Selain piglet, matahari biru juga selalu bisa menghiburnya. Ya, matahari berwarna biru, mainan pertama buatan ibunya sendiri.

Si Magnet Cinta juga tergila-gila dengan botol minyak telonnya. Di tempat tidur atau tempat mainnya, botol itu akan selalu dikejar dan dicari kemana pun dia berada. Selain itu, botol minyak kelapa juga menjadi benda favoritnya. Si Magnet Cinta juga menggemari beragam bentuk tali dan pita. Mulai tali pengikat gendongannya, pita biasa, pita ukur milik ibunya, tali apa pun yang bisa ditemukannya.

Salah satu yang istimewa dari si Magnet Cinta adalah kemauan kerasnya, determinasinya, tekadnya. Kalau dia sudah menginginkan sesuatu, misalnya botol minyak telon atau si piglet atau pita ukur atau botol aqua, dia akan mengejarnya. Merangkak dengan cepat, kadang terjatuh, terguling, terjerembab, tapi dia tetap bangun dan kembali merangkak. Di tempat tidur, kami memasang guling, bantal, bed cover atau benda empuk lainnya untuk pengaman. Karena kalau sudah merangkak, dia tidak kenal tempat tidak ingat bahaya. Sejauh ini sudah tiga kali si Magnet Cinta terjatuh dari tempat tidurnya. Untung tidak apa-apa. Tapi kami memang harus ekstra waspada.

Nah, tentang si guling pengaman, sebenarnya fungsinya bukan lagi sebagai pengaman. Ia sudah berubah fungsi, menjadi alat pembuktian bahwa si Magnet Cinta adalah pejuang yang tangguh. Bila dia sudah menetapkan suatu tujuan tertentu, misalnya meraih botol minyak telon, dia akan dengan cepat merangkak ke arah sasaran, dengan langkahnya yang masih goyah dan buru-buru. Beragam rintangan seperti guling, bantal, tumpukan bed cover, akan coba dilewatinya. Guling akan coba dilewatinya dengan mendaki ke atasnya. Tidak selalu langsung berhasil, kadang dia terjatuh, terguling atau terjerembab dalam prosesnya, kemudian meletakkan kepalanya sambil terengah-engah. Tapi si Magnet Cinta akan bangun lagi, dan kembali mendaki si guling.

Yang menarik adalah pandang matanya. Pandang matanya, fokus perhatiannya bukanlah pada si guling, si penghalang yang coba dilewatinya, tetapi tetap pada botol minyak telon sasarannya. Dari awal merangkak sampai berhasil meraih sasarannya, tatapan si Magnet Cinta akan selalu terpusat pada sasarannya. Hampir tidak pernah teralihkan (kecuali oleh suara atau kehadiran ibunya). Dia hampir tidak peduli dengan penghalang-penghalang di depannya. Para penghalang itu seperti benda-benda yang tidak penting baginya, dia hampir tidak melirik sama sekali pada mereka. Pokoknya, yang mengisi ruang penglihatan dan pikirannya adalah si benda sasaran, dan hanya itu.

Saya percaya itu salah satu kunci keberhasilan si Magnet Cinta. Dan, bisa jadi itu juga salah satu kunci keberhasilan  kita dalam meraih tujuan, apa pun bentuknya.

Ketika telah menetapkan suatu tujuan dan mulai mengayunkan langkah ke arahnya, tetaplah fokus pada tujuan itu. Tergantung situasi, kondisi dan nasib kita, kadang-kadang atau sering-sering akan ada rintangan yang menghalangi. Tergantung sikap kita dalam menanggapinya, kadang-kadang atau sering-sering kita fokus pada rintangan itu. Mungkin mencoba mengatasinya, atau mengeluh tentangnya, atau merenungi nasib, kenapa kita bisa menemui halangan seperti itu. Kadang-kadang atau sering-sering itu semakin memperlambat kita mencapai tujuan, atau bahkan membuat kita berhenti.

Jadi, jangan terjebak oleh permainan hidup. Tetaplah fokus pada tujuan. Tetaplah menjaga agar tujuanlah yang kita pikirkan, yang mendominasi pikiran kita, bukan rintangan yang menghalangi kita. Karena ..."what you think, so you become...". Apa yang kamu pikirkan, itulah yang akan terjadi. Jika rintangan yang kita pikirkan, rintanganlah yang akan selalu kita hadapi dan menghentikan kita. Jika tujuan yang kita pikirkan, tujuanlah yang kita raih.

Akhirnya, selamat menggapai mimpi, meraih cita-cita, mencapai tujuan.

- Sutan Hartanto -


Memaafkan Itu Tanda Cinta

Besuk, seluruh umat Islam sedunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, setelah menyelesaikan puasa ramadhan selama sebulan penuh. Salah satu hal baik dalam tradisi di Hari Raya Idul Fitri adalah saling memaafkan.

Ya, memaafkan itu tanda cinta. Cinta kepada siapa? Cinta kepada orang yang berbuat salah dan kita maafkan kesalahannya. Dan tentu saja, cinta kepada diri-sendiri. Cinta kepada diri-sendiri bukan hal yang buruk loh, bukan. Kita justru harus mencintai diri-sendiri. Hanya dengan lebih dulu mencintai diri-sendiri, kita bisa mencintai orang lain dengan tulus dan pantas.

Lalu, kenapa memaafkan merupakan tanda cinta kepada diri-sendiri? Ya, karena perasaan sakit hati merusak diri sendiri, bukan orang yang menjadi sasaran sakit hati kita. Perasaan dendam merusak diri-sendiri, bukan orang yang kita dendami. Perasaan benci merusak diri-sendiri, bukan orang yang kita benci. Dan ini benar. Pernah ada penelitian ilmiah tentang hal ini. Dalam penelitian itu, dari seseorang yang sedang marah, dendam, benci dan dipenuhi perasaan negatif lainnya diambil sampel darahnya dengan jarum injeksi. Darah itu kemudian disuntikkan ke tubuh seekor kelinci, yang saat itu dijadikan kelinci percobaan. Dan apa yang terjadi saudara-saudara? Kelincinya mati. Ternyata darah dari orang yang sedang dipenuhi perasaan negatif mengandung racun mematikan, yang bisa membunuh seekor kelinci dengan sekali suntik.

Apa yang terjadi jika tubuh kita dipenuhi oleh darah beracun semacam itu, yang disebabkan oleh perasaan marah, sakit hati, dendam, benci?

Karena itu, memaafkanlah. Dengan memaafkan, selain membebaskan orang lain dari dendam kita terhadap kesalahannya di masa lalu, kita juga membebaskan diri kita dari perasaan itu, yang nyata-nyata akan merusak dan menghancurkan diri kita dari dalam jika dipelihara.

Itulah, kenapa di Indonesia, Idul Fitri disebut juga Hari Raya Lebaran. Lebar, dari Bahasa Jawa, artinya rampung, selesai. Dengan saling memaafkan, kita menyelesaikan masalah kita dengan orang lain, yang menimbulkan sakit hati, dendam, benci. Dengan memaafkan, kita membebaskan orang lain dari sasaran marah, sakit hati, dendam, dan benci kita. Dengan memaafkan, kita membebaskan diri-sendiri dari rasa marah, sakit hati, dendam, benci. Dengan memaafkan, kita membebaskan semuanya, untuk memulai segalanya dari awal, untuk membuka lembaran baru yang lebih baik, lebih bersih, lebih cerah.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. :)

- Sutan Hartanto -





June 04, 2016

Thankyou For Coming....

Tempo hari saya menghadiri seminar tentang sekolah dan pendidikan dasar, di sebuah universitas ternama di Jogjakarta. Seminarnya baik-baik saja. Pembicaranya OK, cerdas, kompeten dan tahu apa yang mereka bicarakan. Mereka datang dari dalam dan luar negeri (Australia). Mereka adalah akademisi, pendidik, pakar dan aktivis peduli sekolah dengan latar belakang dan tingkat pendidikan yang rata-rata telah paripurna (minimal bergelar doktor).

Dan karena itu, mungkin juga karena sebab lain, seminar berjalan lancar, sukses, dan mendapat sambutan antusias dari audiens. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dalam seminar tersebut, membuat diskusi bertambah hangat dan semarak.

Yang menarik adalah sambutan dari dekan fakultas di mana seminar itu diselenggarakan. Setelah menyampaikan kalimat-kalimat bernas dalam Bahasa Indonesia, yang menguraikan tentang latar belakang diadakannya seminar tersebut, sang dekan mulai menyapa para narasumber khususnya yang datang dari Australia. Mr......., welcome to Jogjakarta, thankyou for your coming.....

Tampaknya tidak ada yang aneh dengan sapaan hangat itu, tetapi kalau dibaca oleh penutur asli Bahasa Inggris, itu akan membuat kening mereka berkerut. Dan masalahnya adalah pada kalimat "thankyou for your coming....." Secara gramatikal hal itu mungkin tidak keliru, tetapi secara budaya penggunaan kalimat itu kurang pantas. Penutur Bahasa Inggris biasanya akan mengatakan, "Thankyou for coming...." untuk maksud tersebut. Sedangkan "thankyou for your coming..." dihindari penggunaannya karena hal itu biasanya berkonotasi seksual. Ingat bahwa come atau coming memiliki beragam arti dan salah satunya berarti mencapai klimaks dalam hubungan seksual.

Begitulah, bahasa memang rumit dan tricky. Tetapi ini akan kita diskusikan di postingan berikut. :) Sampai jumpa!

Sutan Hartanto